A. Pertemuan Dua Laut/Lautan (Air asin dan Air asin).
Fenomena alam yang terjadi di pertemuan laut Mediterania dengan Lautan Atlantik di selat Gibraltar (selat Jabal Thariq) telah direkamkan dalam Firman Allah [1], Q. S. Ar Rahman:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.” (Q. S. 55:19-20).
Dalam firman-Nya tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa meskipun kedua lautan tersebut sama-sama mengalir, berujud air dan sama-sama asin, tetapi antara keduanya tidak dapat bercampur satu sama lain seolah-olah ada batas yang tak akan terlampaui. Dalam penelitian modern bidang oseanografi ternyata membuktikan bahwa batas yang menghalangi kedua laut tersebut tak dapat bercampur adalah karena adanya perbedaan salinitas (kadar garam), densitas (kepadatan) dan suhu dari keduanya.
Laut Mediterania mempunyai suhu 11,5 derajat C, salinitas > 36,5 per mil, dan kepadatan yang tinggi. Sedangkan Lautan Atlantik memiliki suhu 10 derajat C, salinitas < 36 per mil, dengan kepadatan lebih rendah dari Laut Mediterania [2]. Dari ketiga sebab tersebut, yang paling dominan adalah karena salinitasnya. Karena itu batas tersebut, oleh para ilmuwan disebut sebagai HALOCLINE.
Halocline adalah layer/lapisan yang memisahkan air yang mempunyai salinitas yang berbeda [3]. Laut Mediterania (Laut Tengah) mempunyai salinitas, kepadatan air dan suhu yang lebih tinggi dibandingkan Lautan Atlantik. Seperti terlihat pada Gambar 1, ketika air dari Laut Tengah memasuki Lautan Atlantik melalui Selat Jibraltar, air tersebut mengalir beberapa ratus kilometer ke Samudera Atlantik di kedalaman sekitar 1000 meter dengan membawa sifatnya sendiri yang suhunya, salinitas dan kepadatannya yang lebih tinggi. Pada kedalaman ini air dari Laut Tengah tersebut diam tidak bergerak [2].

Gambar 1. Pertemuan Laut Tengah dengan Lautan Atlantik di selat Gibraltar [2].
Yang menakjubkan dari fenomena ini seperti yang dituliskan dalam Al-Qur’an adalah kedua laut tersebut tidak akan bercampur atau melintasi batas ini, meskipun terdapat ombak yang besar, arus yang kuat dan pasang, …. Subhanallah.
B. Pertemuan Laut dan Sungai di Muara/Estuari (Air asin dan Air tawar).
Sedangkan fenomena bertemunya air sungai yang tawar dengan air laut yang asin di muara, difirmankan-Nya [1], dalam Q. S. Al Furqan: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi“ (Q. S. 25:53)
Dalam redaksionalnya, Allah menggunakan kata yang berbeda yaitu adanya dinding dan batas yang menghalangi. Ternyata ada sedikit perbedaan prinsip di zona pertemuan air laut dan air tawar ini bila dibandingkan dengan pertemuan dua lautan yang berbeda salinitasnya tersebut di atas.
Mengapa Al Qur’an menyebut “penghalang” ketika berbicara mengenai pemisah antara air tawar dan air asin, tetapi tidak menyebutkan hal itu ketika berbicara mengenai pemisah kedua air laut? Para ilmuwan oseanografi menjelaskan bahwa di muara, tempat bertemunya air tawar (segar) dengan air asin, ditemukan situasi yang berbeda dengan yang terdapat pada tempat bertemunya dua air laut. Penemuan menunjukkan bahwa yang memisahkan air tawar dari air laut di muara adalah zonaPYCNOCLINE yang ditandai oleh adanya perbedaan salinitas dan kepadatan yang bertahap dan jelas memisahkan kedua lapisan air tersebut [2]. Pycnocline adalah layer/lapisan yang memisahkan air yang mempunyai kepadatan yang berbeda [4].
Penghalang (zona pemisah) ini memiliki tingkat kepadatan dan keasinan yang berbeda dari air tawar ke air laut dan sebaliknya. Seperti kita ketahui, bahwa air tawar bertemu air asin melalui beberapa tahapan perubahan, dari air tawar berubah payau hingga kemudian air laut yang asin. Hal ini dapat dijelaskan seperti pada Gambar 2.

Gambar 2. Perubahan salinitas pada penghalang (zona pemisah) antara air tawar dan air laut [2].
Secara ilmiah, proses pencampuran air tawar dan air asin di estuari/muara dikategorikan dalam empat tipe utama [5], yaitu:
- Estuari berstratifikasi tinggi (Highly stratified) atau estuari tipe baji garam (Salt wedge): estuari ini dicirikan oleh adanya batas yang jelas antara air tawar dan air asin , biasanya ditemukan di daerah di mana air tawar dari sungai yang besar lebih dominan daripada intrusi air laut yang dipengaruhi oleh pasang surut (Gambar 3).
- Estuari tercampur sebagian (Partially mixed): estuari yang paling umum dijumpai, di mana air tawar dari sungai seimbang dengan air laut yang masuk melalui pasang surut (Gambar 4).
- Estuari homogen vertikal homogen lateral (Vertical homogeneous with laterally homogeneous) atau estuari tercampur sempurna (Well mixed): estuari yang sempit, memiliki penampang lintang yang kecil dan tenaga pasang surut tinggi. Air tawar dan air laut tercampur sempurna dan pada muaranya umumnya sempit (Gambar 5).
- Estuari homogen vertikal tidak homogen lateral (Vertical homogeneous with laterally inhomogeneous) atau Fjord-type estuary: estuari yang lebar, memiliki penampang melintang yang kecil dan tenaga pasang surut yang tinggi. Estuari ditandai dengan cekungan dalam yang memanjang berbentuk U dan penghalang yang memisahkan cekungan dari laut. Pada estuari tipe ini, arus air tawar akan berkurang dan akan didominasi oleh pasang surut air laut (Gambar 6).

Gambar 3. Salt Wedge Estuary [5].

Gambar 4. Partially Mixed Estuary [5].

Gambar 5. Well Mixed Estuary [5].

Gambar 6. Fjord-Type Estuary [5]
Referensi:
[1] Al-Qur’anul Kariem.
[2] Ibrahim, I. A. (1997), A Brief Illustrated Guide To Understanding Islam, 2nd Ed., Publisher: Darussalam, Texas-USA.
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Halocline (29/01/2012).
[4] http://en.wikipedia.org/wiki/Pycnocline (29/01/2012).
[5] http://omp.gso.uri.edu/ompweb/doee/science/descript/esttype2.htm (29/01/2012).
ooooOOOOoooo








Finding the frontier of knowledge in engineering and science faces significant challenges due to demand of rapid technology achievement and demand of globalization. The new technologies of engineering and science are nowadays moving at a tremendous pace by offering new feature and performance improvement in industries. 



