Sebagian peserta dan panitia bergambar bersama setelah acara penutupan IGCES.
*****
Providing a platform for discussions at IGCES
Skudai, December 23rd: An International Graduate Conference on Engineering and Science (IGCES) 2008 was held successfully at Lecture Hall 7, Block N24, Universiti Teknologi Malaysia, Skudai.
It was organized for the second time by School of Postgraduates Studies (SPS). The conference was formally known as Regional Postgraduates Conference on Engineering and Science.
The conference was officiated by the Vice Chancellor, Prof. Dato’ Ir. Dr Zaini Ujang. Also present were the Indonesian Education Attaché to Malaysia, Bapak Imran Hanafi, the Rector of Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, and the Head of ITB’s Research Management Centre, Prof. Ir. Nyoman Sutantra.
The IGCES 2008 main objectives are…..
CALL FOR PAPER:
Finding the frontier of knowledge in engineering and science faces significant challenges due to demand of rapid technology achievement and demand of globalization. The new technologies of engineering and science are nowadays moving at a tremendous pace by offering new feature and performance improvement in industries. Click for Details
This conference is proposed to become an annual event of academics, scientist, and engineers all over the world to present and to exchange much ideas and their progress in researches. In line with educational process, this technical conference is designed to promote tremendous researches, enhance the skill in paper writing and oral presentation.
All the excellent papers and experiences gained in this conference will be much valuable to increase the quality of research and technology achievement.
Actually this IGCES is the continued of RPCES (Regional Postgraduate Conference on Engineering and Science) in 2006. The scope of call for paper submission is for Master and PhD student or it graduant. Click for Details
DATE AND VENUE
The conference will be held during on 23-24 December 2008 at Persada Johor International Convention Centre, Johor Bahru, Malaysia Click for Details
oooOOOooo
Tagged: 2008, Call for paper, Conference, Engineering, IGCES, International, Science, Technology
Didalam ilmu teknik pantai dikenal istilah pergerakan sedimen pantai atau transport sedimen pantai yang berasal dari istilah berbahasa Inggris: Coastal Sediment Transport ataupun Nearshore Sediment Transport. Bambang Triatmodjo (1999) menjelaskan bahwa definisi dari transpor sedimen pantai adalah gerakan sedimen di daerah pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus yang dibangkitkannya. (Baca artikel sebelumnya, di sini dan di sini)
Di kawasan pantai terdapat dua arah transport sedimen. Yang pertama adalah pergerakan sedimen tegak lurus pantai (cross-shore transport) atau boleh juga disebut dengan pergerakan sedimen menuju dan meninggalkan pantai (onshore-offshore transport). Yang kedua, pergerakan sedimen sepanjang pantai atau sejajar pantai yang biasa diistilahkan dengan longshore transport.
Menurut Bambang Triatmodjo……,
Gelombang yang datang menuju pantai membawa massa air dan momentum, searah penjalaran gelombangnya. Hal ini menyebabkan terjadinya arus di sekitar kawasan pantai. Penjalaran gelombang menuju pantai akan melintasi daerah-daerah lepas pantai (offshore zone), daerah gelombang pecah (surf zone), dan daerah deburan ombak di pantai (swash zone). Diantara ketiga daerah tersebut, Bambang Triatmodojo (1999) menjelaskan bahwa karakteristik gelombang di daerah surf zone dan swash zone adalah yang paling penting di dalam analisis proses pantai.


Daerah penjalaran gelombang menuju pantai
Menurut Dean dan Dalrymple…..
Gelombang/ombak yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung kepada gaya pembangkitnya. Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh: angin (gelombang angin), gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal.
Gelombang yang sehari-hari terjadi dan diperhitungkan dalam bidang teknik pantai adalah gelombang angin dan pasang-surut (pasut). Gelombang dapat membentuk dan merusak pantai dan berpengaruh pada bangunan-bangunan pantai. Energi gelombang akan membangkitkan arus dan mempengaruhi pergerakan sedimen dalam arah tegak lurus pantai (cross-shore) dan sejajar pantai (longshore). Pada perencanaan teknis bidang teknik pantai, gelombang merupakan faktor utama yang diperhitungkan karena akan menyebabkan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan pantai.
DEFINISI GELOMBANG…..